Analisa Perbandingan Tahanan Pembumian Peralatan Elektroda Pasak pada Gedung Laboratorium Teknik Universitas Borneo Tarakan

Achmad Budiman

Abstract


Earthing systems are less well able to cause damage to electrical equipment. The risks are more current can not be optimally channeled back to earth. The smaller the resistance value, The better the earthing system. In certain soil conditions, grounding resistance value is also influenced by the depth of planting electrodes. The measurement results one ground rod resistance value with each length of 1.5 m and 2 m, diameter 0.045 m, respectively depth of 3 m and 3.25 m in Building Engineering Laboratory of the University of Borneo Tarakan successively obtained values of R (earthing) amounted to 12.76 Ω and 12 Ω while the calculation, the value of R (earthing) of 12.85 and 12.10 Ω Ω with the average value of muddy clay resistivity (ρ) of 38.58 Ω-m and 38.84 Ω-m. The installation of a ground rod 1,5m  of minimum 3 pieces in parallel has an R (earthing) value of 4.28 Ω complied with General Term Electrical Installation (PUIL 2000) ≤ 5 Ω and minimum installation distance between electrodes of 2 (two) times in length.

Keywords : single rod electrodes, resistivity, earthing resistance.


Abstrak - Sistem pembumian yang kurang baik dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan listrik. Resiko yang ditimbulkan adalah arus lebih tidak dapat disalurkan secara maksimal kembali ke bumi. Semakin kecil nilai tahanan pembumian maka semakin baik sistem pembumiannya. Pada kondisi tanah tertentu, nilai tahanan pembumian juga dipengaruhi oleh kedalaman penanaman elektroda.  Hasil pengukuran nilai tahanan pembumian elektroda pasak tunggal dengan panjang masing-masing 1,5 m dan 2 m, diameter 0,045 m, masing-masing kedalaman 3 m dan 3,25 m pada Gedung Laboratorium Teknik Universitas Borneo Tarakan berturut-turut diperoleh nilai R(pembumian) sebesar 12,76 Ω dan 12 Ω sedangkan hasil perhitungan diperoleh nilai R(pembumian) sebesar 12,85 Ω dan 12,10 Ω dengan nilai rata-rata tahanan jenis tanah liat berlumpur (


Full Text:

PDF

References


Asep Dadan Hermawan. (2010). Optimalisasi Sistem Penangkal Petir Eksternal Menggunakan Jenis Early Streamer (Studi Kasus UPT LAGG BPPT). Universitas Indonesia, Jakarta, (2010).

Badan Standarisi Nasional (BSN). 2000. Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000). Jakarta: Yayasan PUIL, (2000).

Hutauruk, T.S., Pengetanahan Netral Sistem Tenaga dan Pengetanahan Peralatan. Erlangga, Jakarta, (1991).

IEEE Std 142-2007. IEEE Recommended Practice for Grounding of Industrial and Commercial Power Systems, (2007).

Linda Pasaribu, Studi Analisis Pengaruh Jenis Tanah, Kelembaban, Temperatur dan Kadar Garam Terhadap Tahanan Pentanahan Tanah (Tesis). Universitas Indonesia, Jakarta, (2011).

Muhammad Taqiyyuddin Alawiy, Pengaruh Kedalaman Penanaman dan Jarak Elektroda Tambahan Terhadap Nilai Tahanan Pembumian, Universitas Islam, Malang, . (2013).

Managam Rajagukguk, Studi Pengaruh Jenis Tanah dan Kedalaman Pembumian Driven Rod terhadap Resistansi Jenis Tanah, Universitas Tanjungpura, Pontianak, (2012).

Mirwan Mukmin, Perbandingan Nilai Tahanan Pada Area Reklamasi Pantai (Citraland). Universitas Tadulako, Palu (2014).




DOI: https://doi.org/10.25077/jnte.v6n3.454.2017

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 License.

        

 

.
 Statistic and Traffic